- Home >
- MAKALAH HAKIKAT PENDDIKAN
Posted by : Unknown
Selasa, 13 Mei 2014
KATA PENGANTAR
Bismillahirrahmaanirrahiim…
Puji dan syukur kami panjatkan
kehadirat Allah swt yang mana telah memberikan petunjuk dan hidayah-Nya
sehingga kami dapat menyelesaikan tugas mata kuliah Dasar-Dasar Pendidikan.
Ucapan terima kasih kami ucapkan
kepada dosen dan rekan-rekan semua yang telah mendukung dan membantu dalam
pembuatan makalah ini terutama kepada Bapak Kiswan,S.Ag.,M.Pd. yang telah
memberikan tugas. Mudah-mudahan makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua,
khususnya bagi yang membaca dan umumnya bagi kita semua.
Segala kekurangan pada makalah ini
dapat dipastikan adanya. Baik dari segi pengerjaan, penyajian, sistematika
maupun kelengkapannya. Oleh karena itu, sangat diharapkan kritik dan saran,
maupun arahan dari rekan-rekan semua.
Ciamis, 18 September 2013
Penyusun
DAFTAR
ISI
|
|
|
|
KATA PENGANTAR
|
|
|
DAFTAR ISI
|
|
|
BAB I PENDAHULUAN………………………………………………………………….
|
|
|
A.LATAR BELAKANG MASALAH…………………………………………......
|
|
|
B.RUMUSAN MASALAH………………………………………………………....
|
|
|
C.TUJUAN……………………………………………………………………….…
|
|
|
D.MANFAAAT……………………………………………………………….........
|
|
|
BAB II PEMBAHASAN………………………………………………………………….
|
|
|
A.PENGERTIAN PENDIDIKAN………………………………………………….
|
|
|
B.PENGERTIAN ILMU PENDIDIKAN…………………………………………..
|
|
|
C.PERBEDAAN ANTARA PENDIDIKAN DAN ILMU PENDIDIKAN………..
|
|
|
D.PENERAPAN ILMU PENDIDIKAN SEBAGAI TEORI DAN ILMU
PRAKTIS……………………………………………………………………………
E. PENERTIAN
PENDIDIKAN MENURUT PENDEKATAN SECARA ILMIAH
|
|
|
BAB III PENUTUPAN…………………………………………………………………...
|
|
|
A.KESIMPULAN……………………………………………………………….…..
|
|
|
B.SARAN……………………………………………………………………….......
|
|
|
|
|
|
|
|
BAB
I
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang Masalah
Pendidikan merupakan bagian penting
dari kehidupan yang sekaligus membedakan manusia dengan makhluk hidup
lainnya.Hewan juga belajar tetapi lebih ditentukan oleh instingnya.Sedangkan manusia,
hidup menggunakan akal pikiran yang dimilikinya dalam setiap berprilaku.Pada
hakikatnya pendidikan adalah suatu usaha manusia untuk meningkatkan ilmu
pengetahuan, yang didapat dari lembaga formal maupun non formal.
Pada dasarnya hakikat pendidikan
sangatlah luas.Hakikat pendidikan bukanlah hanya sekedar pengertian serta
definisi pendidikan semata.Didalam hakekat pendidikan banyak hal menarik untuk
dipelajari contohnya saja seperti objek ilmu pendidikan dan macam-macam ilmu
pendidikan.Hal-hal menarik inilah yang mendorong kami untuk mempelajari lebih
dalam mengenai hakikat pendidikan diluar dari tugas yang telah ditenPendidikan
memiliki peran penting dalam kehidupan manusia. Salah satunya sebagai media
yang berfungsi menjadikan manusia lebih baik dari sebelumnya. Peran penting
lainnya adalah untuk memenusiakan manusia.
Akan tetapi, pada kenyataaan sebagian orang
hanya memahami secara garis besar hal-hal yang berhubungan dengan pendidikan. Beberapa hanya mengetahui
pendidikan sebagai sarana belajar, terutama sarana belajar dalam bidang
akademis. Sehingga pengertian pendidikan secara mendasar kurang dipahami.Maka
dari penulisan makalah ini, dapat diketahui pengertian pendidikan secara
mendasar, baik pengertian secaraa luas atau sempit. Selain itu dibahas
pengertian pendidikan baerdasarkan pandekatan ilmiah dan pendekatan sistemtukan. Berdasarkan
latar belakng diatas kami mengambil judul “HAKIKAT PENDIDIKAN”.
B.Rumusan
Masaalah
Berdasarkan latar belakang diatas kami mengambil bebrapa
permasalahan diantaranya:
1.Apa pengertian pendidikan?
2.Apa pengertian ilmu pendidikan
3.Bagaimana perbedaan antara pendidikan dan ilmu
pendidikan?
4.Bagaimana penerapan ilmu pendidikan sebagai teori
dan sebagai ilmu praktis?
C.Tujuan
Dalam
penyusunan makalah ini kami memiliki beberapa tujuan diantaranya:
1.Untuk mengetahui pengertian pendidikan
2.Untuk mengetahui pengertian ilmu pendidikan
3.Untuk mengetahui perbedaan antara pendidikan dan imu
pendidikan
4.Unutk mengetahui penerapan ilmu pendidikan sebagaai
teori dan sebagai ilmu praktis
D.Manfaaat
Semoga makalah yang kami buat bisa
bermanfaat bagi pembaca khusunya kami, umumnya buat umum.
BAB
II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Pendidikan
1. Pendidikan
Dalam Arti Luas
Dalam arti luas,
pendidikan adalah hidup.Artinya,pendidikan
adalah segala pengalaman (belajar) di berbagai lingkungan yang berlangsung
sepanjang hayat dan berpengaruh positif bagi perkembangan individu. Pendidikan
berlangsung bagi siapa pun,kapan pun,ndimana pun. Pendidikan tidak terbatas
pada penyekolahan (schooling) saja,bahkan pendidikan berlangsung sejak
sepanjang hayat. Pendidikan berlangsung di berbagai tempat atau lingkungan,baik
di dalam keluarga,di sekolah maupun di dalam masyarakat.
Dalam arti luas,tujuan pendidikan
terkandung dalam setiap pengalaman belajar dan tidak ditentukan dari luar.
Tujuan pendidikan adalah pertumbuhan, jumlah tujuan pendidikan tidak terbatas.
Tujuan pendidikan sama dengan tujuan hidup (Redja Mudyahardjo,2001).
Sekedar memperjelas pengertiannya, berikut ini kita
kutipbeberapa definisi :
A. Menurut Carter Education berarti :
- Proses perkembangan pribadi
- Proses sosial
- Profesional cources
- Seni untuk membuat dan memahami ilmu pengetahuan yang tersusun yang diwarisi/dikembangkan masa lampau oleh tiap generasi bangsa.
B. Menurut buku “HigherEducation for American Democracy”
Education is an institution of civilized society, but
thepurposes of education are not the same in all societies. An educational
system finds its the guiding principles and ultimate goals in the aims and
philosophy of the social order in wich it functions (11 : 5).
Pendidikan ialah satu lembaga dalam tiap-tiap masyarakat
yang beradab, tetapi tujuan pendidikan tidaklah sama dalam setiap masyarakat.
Sistem pendidikan suatu masyarakat (bangsa) dan tujuan-tujuan pendidikannya
didasarkan atas prinsip-prinsip (nilai-nilai), cita-cita dan filsafat yang
berlaku dalam suatu masyarakat (bangsa).
Dari uraian di atas dapat kita kemukakan kesimpulan sebagai
berikut :
- Pendidikan adalah aktivitas dan usaha manusia untuk meningkatkan kepribadiannya dengan jalan membina potensi-potensi pribadinya, yaitu rokhani (pikir, karsa, rasa, cipta, dan budinurani) dan jasmani (pancaindra serta ketrampilan-ketrampilan).
- Pendidikan berarti juga lembaga yang bertanggung jawab menetapkan cita-cita (tujuan) pendidikan, isi, sistem dan organisasi pendidikan. Lembaga-lembaga ini meliputi : keluarga, sekolah dan masyarakat (negara).
- Pendidikan merupakan pula hasil atau prestasi yang dicapai oleh perkembangan manusia dan usaha lembaga-lembaga tersebut dalam mencapai tujuannya. Pendidikan dalam arti ini merupakan tingkat kemajuan masyarakat dan kebudayaan sebagai satu kesatuan.
2.Pendidikan Dalam Arti Sempit
Dalam arti sempit, pendidikan dalam prakteknya identik
dengan penyekolahan (schooling),yaitu
pengajaran formal di bawah
kondisi-kondisi yang terkontrol. Pendidikan hanya berlangsung bagi mereka yang
menjadi siswa atau mahasiswa pada suatu perguruan tinggi (lembaga pendidikan
formal). Pendidikan dilakukan dalam bentuk pengajaran (instruction)yang terprogram danbesifat formal. Pendidikan
berlangsung di sekolah atau lingkungan tertentu yang diciptakan secara sengaja
dalam konteks kurikulum sekolah yang bersangkutan. Lamanya pendidikan untuk
setiap individu bervariasi,mungkin enam tahun,Sembilan tahundan bahkan mungkin
kurang atau lebih dari itu sesuai dengan kesempatan dan kemampuan biaya yang
dimilikinya. Pendidikan mempunyai titik terminal dan dapat diselesaikan dalam
jangka waktu tertentu.
Dalam pengertian sempit,tujuan
pendidikan ditentukan oleh pihak luar.Tujuan pendidikan terbatas pada
pengembangan kemampuan-kemampuan tertentu,tujuan pendidikan adalah
mempersiapkan peserta didik untuk dapat hidup di masyarakat (Redja
Mudyahardjo,2001).
Dalam pengertian yang sederhana dan
umum makna pendidikan sebagai usaha manusia untuk menumbuhkan dan mengembangkan
potensi-potensi pembawaan baik jasmani maupun rohani sesuai dengan nilai-nilai
yang ada di dalam masyarakat dan kebudayaan.
B.Pengertian Ilmu Pendidikan
Istilah ilmu berasal dari kataalama(bahasa
Arab) yang berarti pengetahuan.Dalam bahasa Latin di kenal pula kata scire (sebagai asal kata science) juga berarti pengetahuan.
Dengan demikian,secara operasional dan substansial istilah ilmu mengandung arti
cara kerja ilmiah dan hasil kerja ilmiah. Ilmu adalah pengetahuan ilmiah yang
dihasilkan melalui metode ilmiah.
Berdasarkan definisi ilmu
sebagaimana telah dikemukakan di atas ,kita dapat mendefinisikan ilmu
pendidikan,sebagai sistem pengetahuan tentang fenomena pendidikan yang
dihasilkan melalui penelitian dengan menggunakan metode ilmiah.
Ilmu pendidikan berfungsi sebagai
landasan dan petunjuk tentang cara-cara melaksanakan pendidikan.
C.Perbedaan antara Pendidikan dan Ilmu Pendidikan
Dalam kajian dan pemikiran tentang
pendidikan terlebih dahulu perlu diketahui dua istilah yang hampir sama
bentuknya dan sering dipergunakan dalam dunia pendidikan,yaitu Pedagogi dan pedagonik. Pedadogi berarti “pendidikan”,sedangkan pedagonik berarti
“ilmu
pendidikan”.
Pedagonik atau ilmu pendidikan ialah
yang menyelidiki,merenungkan tentang gejala-gejala perbuatan mendidik. Istilah
ini berasal dari kata “pedagogia” (yunani) yang berarti pergaulan dengan
anak-anak.Sedangkan yang sering digunakan istilah pedagogos adalah seorang
pelayan (bujang) pada zaman Yunani Kuno yang pekerjaanya mengantar dan
menjemput anak-anak ke dan dari sekolah. Pedagogos berasal dari kata paedos (anak) dan agoge (saya membimbing
,memimpin). Pedagogos yang pada mulanya berarti pelayanan kemudian berubah
menjadi pekerjaan mulia. Karena pengertian dari pedagoog (dari pedagogos)
berarti seorang yang tugasnya,membimbing anak dalam pertumbuhannya kedaerah
berdiri sendiri dan bertanggung jawab.
Sedangkan,pendidikan (pedagogi)
dapatdiartikan sebagai suatu hasil peradaban bangsa yang dikembangkan atas
dasar pandangan hidup bangsa itu sendiri (nilai dan norma masyarakat) yang
berfungsi sebagai filsafat pendidikannya atau sebagai cita-cita dan pernyataan
tujuan pendidikannya.
D.Penerapan Ilmu Pendidikan Sebagai Teori dan Sebagai
Ilmu Praktis
Sebelum ke penerapan kami mengkaji terlebih dahulu apa
itu teori dan ilmu praktis.
A.Teori adalah serangkaian bagian
atau variable,definisi dan dalil yang saling berhubungan yang menghadirkan
sebuah pandangan yang sisitematis mengenai fenomena dengan mennentukan hubugan
antar variable dengan maksud menjelaskan fenomena alamiah.
B.Ilmu Praktis adalah satu konsep
pelajaran yang bersipat realitas atau mengaplikasikan teori yang ada akan
tetapi kebanyakan ilmu teori dapat diperoleh melalui pengalaman dan eksperimen
yang sebagian besar dilkukan untuk mengkonfirmasi apakah teori tersebut dapat
diterapkan dalam kegiatan harian atau tidak, malah brersipat pendidikan
sentries keterampilan hidup untuk periode jangka panjang.
Ilmu
pendidikan adalah ilmu yang berdasarkan pengalaman(empiris),
pendidikan, rohani, normatif, memiliki obyek yang jelas, dapat diuji
kebenarannya dan disusun secara teoritis dan dilaksanakansecara praktis.
Ilmu
pendidikan di Indonesia saat ini, praktis hanya memperhatikan dan menganalisis
persoalan- persoalan pendidikan formal di sekolah.
Teori-teori pendukung
dalam proses pendidikan/ilmu pendidikan yang di aplkiasikan oleh teori yaitu:
1.Teori Sumber Daya Manusia
Teori ini dikemukakan oleh T. W. Schultz. Teori ini berpendapat bahwa perkembangan masyarakat pada hakekatnya berlandaskan pada investasi manusiawi.
2. Teori Struktural dan Fungsional
Teori ini dicetuskan oleh Talcot Parsons. Dalam teori ini, dikatakan bahwa masyarakat terdiri atas kelompok-kelompok yang mempunyai tempat dalam struktur dengan fungsinya masing-masing dan saling berhubungan secara harmonis. Dengan demikian diharapkan pendidikan akan mampu mengembangkan potensi pada masyarakat.
3. Teori Linier Progresif oleh Gunnar Myrdal
Teori ini mengemukakan bahwa pendidikan diharapkan selalu membawa pengaruh positif terhadap perkembangan seorang individu.
1.Teori Sumber Daya Manusia
Teori ini dikemukakan oleh T. W. Schultz. Teori ini berpendapat bahwa perkembangan masyarakat pada hakekatnya berlandaskan pada investasi manusiawi.
2. Teori Struktural dan Fungsional
Teori ini dicetuskan oleh Talcot Parsons. Dalam teori ini, dikatakan bahwa masyarakat terdiri atas kelompok-kelompok yang mempunyai tempat dalam struktur dengan fungsinya masing-masing dan saling berhubungan secara harmonis. Dengan demikian diharapkan pendidikan akan mampu mengembangkan potensi pada masyarakat.
3. Teori Linier Progresif oleh Gunnar Myrdal
Teori ini mengemukakan bahwa pendidikan diharapkan selalu membawa pengaruh positif terhadap perkembangan seorang individu.
E.
Pengertian Pendidikan Berdasarkan Pendekatan Ilmiah
Pendidik karena kedudukannya, adalah seorang pengambil
keputusan. Setiap hari pada waktu melaksanakan proses pendidikan , pendidik
dihadapkan pada tugas mngambil keputusan tentang bagaimana merencanakan
pengalaman belajar, mengajar, membimbing mahasiswa, mengorganisasi sistem
sekolah, dan banyak lagi hal – hal yang lain.
1.
Sumber-sumber pendidikan.
a. Pengalaman.
Pengalaman
adalah sumber pengetahuan yang telah banyak diketahui dan digunakan orang.
Kearifan yang ditemukan dari generasi ke generasi merupakan hasil dari
pengalaman, apabila kita tidak mengambil manfaat ari pengalaman itu mungkin
kemajuan akan sangat terhambat.
Kemampuan
untuk belajar dari pegalaman sering dianggap sebagai ciri utama dari perilaku
cerdas manusia. Meskipun demikian, sebagi sumber kebenaran, pengalaman
mempunyai keterbatasan.
Hal ini karena ada tidaknya pengaruh suatu
kejadian terhadap seseorang akan bergantung kepada siapa orang itu.Kelemahan
lain dari pengalaman ialah bahwa sering kali seseorang perlu mengetahui hal –
hal yang tidak dapat dipelajari/diketahui lewat pengalamannya sendiri.
b. Otoritas
Otoritas atau wewenang sering dijadikan orang
dalam hal – hal yang sulit atau yang tidak mungkin diketahui melalui pengalaman
pribadi. Artinya, orang mencari jawab dari pertanyaan itu dari orang lain yang
telah mempunyai pengalaman dalam hal itu, atau yang telah mempunyai sumber
keahlian lainnya. Erat hubungannya dengan wewenang adalah kebiasaan dan
tradisi, yang kita jadikan pegangan guna menjawab pertanyaan yang ada
hubungannya dengan profesi kita maupun untuk memecahkan masalah sehari – hari.
c. Cara
berfikir deduktif
Cara
berpikir deduktif dapat dirumuskan sebagai suatu proses berpikir yang bertolak
dari pernyataan yang bersifat umum ke pernyataan yang bersifat khusus dengan
memakai kaidah logika tertentu. Hal ini dilakukan melalui serangkaian
pernyataan yang disebut silogisme, yang terdiri atas :
1)
Dasar
pemikiran utama premis mayor
2)
Dasar pemikiran kedua (premis minor)
3)
Kesimpulan
d.
Cara berfikir induktif
Kesimpulan
yang berasal dari cara berpikir deduktif hanya benar apabila premis yang
menjadi dasar kesimpulan itu benar. Francis Bacon (1561-1626), berpendapat
bahwa para pemikir hendaknya tidak merendahkan diri begitu saja dengan menerima
premis orang yang punya otoritas sebagai kebenaran mutlak. Bacon menyatakan
agar para pencari kebenaran mengamati alam secara langsung dan membersihkan
pikiran dari purbasangka dan gagasan-gagasan yang telah terbentuk sebelumnya,
yang disebutnya sebagai “pujaan” (idol).
Menurut
sistem Bacon, pengamatan dilakukan pada kejadian-kejadian tertentu di dalam
kelas. Kemudian, berdasarkan kejadian-kejadian yang diamati tersebut, ditarik
kesimpulan-kesimpulan tentang seluruh kelas. Pendekatan ini dikenal sebagai cara
berpikir induktif.
e. Pendekatan
ilmiyah
Pendekatan
ilmiah biasanya dilukiskan sebagai proses dimana penyelidikan secara induktif
bertolak dari pengamatan mereka menuju hipotesis. Kemudian secara deduktif
peneliti bergerak dari hipotesis ke implikasi logis hipotesis tersebut. Mereka
menarik kesimpulan mengenai kesimpulan mengenai akibat yang akan terjadi
apabila hubungan yang diduga itu benar. Apabila implikasi yang diperoleh secara
deduktif ini sesuai dengan pengetahuan yang sudah diterima dengan data
empiris (yang dikumpulkan).
Berdasarkan
bukti-bukti ini, maka hipotesis itu dapat diterima atau ditolak.
Langkah-langkah dalam pendekatan
ilmiah:
1)
Perumusan masalah
Penyelidikan
ilmiah bermula dari suatu masalah atau persoalan yang memerlukan pemecahan.
Agar dapat diselidiki secara ilmiah, suatu persoalan harus mempunyai satu ciri
penting: persoalan tersebut harus dapat dirumuskan sedemikian rupa, sehingga
dapat dijawab dengan pengamatan dan percobaan di dunia ini. Persoalan-persolan
yang menyangkut pilihan atau nilai-nilai tidak dapat dijawab atas dasar
informasi faktual belaka.
2)
Pengajuan hipotesis
Langkah
berikutnya adalah merumuskan hipotesis yang merupakan penjelasan sementara
tentang masalah itu. Tahap ini mengharuskan penelitian membaca bacaan yang
berkaitan dengan masalah itu dan berpikir lebih mendalam lagi.
3)
Cara berfikir induktif
Melalui
proses berpikir deduktif, implikasi hipotesis yang diajukan itu, yaitu apa yang
akan dapat diamati jika hipotesis tersebut benar ditetapkan.
4)
Pengumpulan analisis data
Hipotesis atau lebih tepatnya implikasi yang
diperoleh melalui deduksi, diuji dengan jalan mengumpulkan data yang ada
hubungannya dengan masalah yang diselidiki melalui pengamatan, tes dan
eksperimentasi.
5)
Penerimaan atau penolakan hipotesis
Setelah
data dikumpulkan, maka hasilnya dianalisis untuk menetapkan apakah penyelidikan
memberikan bukti-bukti yang mendukung hipotesis atau tidak.
Selanjutnya,
proses dalam sistem pendidikan nasional meliputi komponen-komponen sebagai
berikut:
- Tujuan pendidikan, yaitu sesuatu hal yang diharapkan dapat dicapai sepanjang proses. Tujuan pada akhir keseluruhan proses adalah tujuan umum atau tujuan nasional pendidikan. Sedangkan untuk sampai pada akhir proses, terdapat sederatan tujuan yang disebut tujuan khusus. Tujuan-tujuan ini berfungsi sebagai pengarah operasional kegiatan pendidikan.
- Organisasi Pendidikan, yaitu keseluruhan tatanan hubungan antar bagian-bagian dan antar unsur-unsur dalam sebuah kesatuan sistem pendidikan nasional.
- Masa Pendidikan, yaitu jangka waktu kelangsungan seluruh kegiatan di sebuah satuan pendidikan.
BAB III
PENUTUPAN
A.Kesimpulan
1.Pendidikan adalah hidup.Artinya,pendidikan adalah segala pengalaman (belajar)
di berbagai lingkungan yang berlangsung sepanjang hayat dan berpengaruh positif
bagi perkembangan individu
2.ilmu pendidikan,yaitu sistem
pengetahuan tentang fenomena pendidikan yang dihasilkan melalui penelitian
dengan menggunakan metode ilmiah.
3.Dua istilah yang hampir sama
bentuknya dan sering dipergunakan dalam dunia pendidikan,yaitu Pedagogi dan pedagonik. Pedadogi berarti “pendidikan”,sedangkan pedagonik berarti
“ilmu
pendidikan”.
Pedagonik (pendidikan) atau ilmu pendidikan ialah yang
menyelidiki,merenungkan tentang gejala-gejala perbuatan mendidik, sedangkan
’pedagogi” (Ilmu pendidikan)
dapatdiartikan sebagai suatu hasil peradaban bangsa yang dikembangkan atas
dasar pandangan hidup bangsa itu sendiri (nilai dan norma masyarakat) yang
berfungsi sebagai filsafat pendidikannya atau sebagai cita-cita dan pernyataan
tujuan pendidikannya
B.Saran
Dalam kesempatan ini kami
memberikan saran kepada pembaca apabilaterdapat kesalahan dalam pembuatan makalah ini baik
penulisan atau susunan kata, kami harapkan agar pembaca dapat memakluminya
karena kami masih dalam tahap pembelajaran. Kritik dan saran akan kami terima
dengan lapang dada.
DAFTAR
PUSTAKA
- Tim Dosen FIP-IKIP Malang, Pengantar Dasar – Dasar Pendidikan, Surabaya, Usana Offset.
- Dra. Sri Martini Meilani, M.Pd. Penagntar Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Jakarta, 2011
·
Dr.Sukardjo
M dan ,Komarudin Ukim M.Pd , Landasan pendidikan ,Jakarta :Rajawali pers, 2009

