Popular Post

Popular Posts

https://www.facebook.com/dhy.shuta?fref=ts
Posted by : Unknown Selasa, 13 Mei 2014



KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmaanirrahiim…            
Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah swt yang mana telah memberikan petunjuk dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas mata kuliah Dasar-Dasar Pendidikan.
Ucapan terima kasih kami ucapkan kepada dosen dan rekan-rekan semua yang telah mendukung dan membantu dalam pembuatan makalah ini terutama kepada Bapak Kiswan,S.Ag.,M.Pd. yang telah memberikan tugas. Mudah-mudahan makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua, khususnya bagi yang membaca dan umumnya bagi kita semua.
Segala kekurangan pada makalah ini dapat dipastikan adanya. Baik dari segi pengerjaan, penyajian, sistematika maupun kelengkapannya. Oleh karena itu, sangat diharapkan kritik dan saran, maupun arahan dari rekan-rekan semua.




    Ciamis,  18 September 2013

    Penyusun










DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI                                                                                              

BAB I PENDAHULUAN………………………………………………………………….

A.LATAR BELAKANG MASALAH…………………………………………......
  
B.RUMUSAN MASALAH………………………………………………………....

C.TUJUAN……………………………………………………………………….…

D.MANFAAAT……………………………………………………………….........

BAB II PEMBAHASAN………………………………………………………………….

A.PENGERTIAN PENDIDIKAN………………………………………………….

B.PENGERTIAN ILMU PENDIDIKAN…………………………………………..

C.PERBEDAAN ANTARA PENDIDIKAN DAN ILMU PENDIDIKAN………..

D.PENERAPAN ILMU PENDIDIKAN SEBAGAI TEORI DAN ILMU
PRAKTIS……………………………………………………………………………
E. PENERTIAN PENDIDIKAN MENURUT PENDEKATAN SECARA ILMIAH

BAB  III PENUTUPAN…………………………………………………………………...

A.KESIMPULAN……………………………………………………………….…..

B.SARAN……………………………………………………………………….......












BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang Masalah
            Pendidikan merupakan bagian penting dari kehidupan yang sekaligus membedakan manusia dengan makhluk hidup lainnya.Hewan juga belajar tetapi lebih ditentukan oleh instingnya.Sedangkan manusia, hidup menggunakan akal pikiran yang dimilikinya dalam setiap berprilaku.Pada hakikatnya pendidikan adalah suatu usaha manusia untuk meningkatkan ilmu pengetahuan, yang didapat dari lembaga formal maupun non formal.
Pada dasarnya hakikat pendidikan sangatlah luas.Hakikat pendidikan bukanlah hanya sekedar pengertian serta definisi pendidikan semata.Didalam hakekat pendidikan banyak hal menarik untuk dipelajari contohnya saja seperti objek ilmu pendidikan dan macam-macam ilmu pendidikan.Hal-hal menarik inilah yang mendorong kami untuk mempelajari lebih dalam mengenai hakikat pendidikan diluar dari tugas yang telah ditenPendidikan memiliki peran penting dalam kehidupan manusia. Salah satunya sebagai media yang berfungsi menjadikan manusia lebih baik dari sebelumnya. Peran penting lainnya adalah untuk memenusiakan manusia.
             Akan tetapi, pada kenyataaan sebagian orang hanya memahami secara garis besar hal-hal yang berhubungan dengan  pendidikan. Beberapa hanya mengetahui pendidikan sebagai sarana belajar, terutama sarana belajar dalam bidang akademis. Sehingga pengertian pendidikan secara mendasar kurang dipahami.Maka dari penulisan makalah ini, dapat diketahui pengertian pendidikan secara mendasar, baik pengertian secaraa luas atau sempit. Selain itu dibahas pengertian pendidikan baerdasarkan pandekatan ilmiah dan pendekatan sistemtukan. Berdasarkan latar belakng diatas kami mengambil judul “HAKIKAT PENDIDIKAN.
B.Rumusan Masaalah
Berdasarkan latar  belakang diatas kami mengambil bebrapa permasalahan diantaranya:
1.Apa pengertian pendidikan?
2.Apa pengertian ilmu pendidikan
3.Bagaimana perbedaan antara pendidikan dan ilmu pendidikan?
4.Bagaimana penerapan ilmu pendidikan sebagai teori dan sebagai ilmu praktis?

C.Tujuan
            Dalam penyusunan makalah ini kami memiliki beberapa tujuan diantaranya:
1.Untuk mengetahui pengertian pendidikan
2.Untuk mengetahui pengertian ilmu pendidikan
3.Untuk mengetahui perbedaan antara pendidikan dan imu pendidikan
4.Unutk mengetahui penerapan ilmu pendidikan sebagaai teori dan sebagai  ilmu praktis

D.Manfaaat 

Semoga makalah yang kami buat bisa bermanfaat bagi pembaca khusunya kami, umumnya buat umum.



 
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Pendidikan
 1. Pendidikan Dalam Arti Luas
            Dalam arti luas, pendidikan adalah hidup.Artinya,pendidikan adalah segala pengalaman (belajar) di berbagai lingkungan yang berlangsung sepanjang hayat dan berpengaruh positif bagi perkembangan individu. Pendidikan berlangsung bagi siapa pun,kapan pun,ndimana pun. Pendidikan tidak terbatas pada penyekolahan (schooling) saja,bahkan pendidikan berlangsung sejak sepanjang hayat. Pendidikan berlangsung di berbagai tempat atau lingkungan,baik di dalam keluarga,di sekolah maupun di dalam masyarakat.
            Dalam arti luas,tujuan pendidikan terkandung dalam setiap pengalaman belajar dan tidak ditentukan dari luar. Tujuan pendidikan adalah pertumbuhan, jumlah tujuan pendidikan tidak terbatas. Tujuan pendidikan sama dengan tujuan hidup (Redja Mudyahardjo,2001).
Sekedar memperjelas pengertiannya, berikut ini kita kutipbeberapa definisi :

A. Menurut Carter Education berarti :
  • Proses perkembangan pribadi
  • Proses sosial
  • Profesional cources
  • Seni untuk membuat dan memahami ilmu pengetahuan yang tersusun yang diwarisi/dikembangkan masa lampau oleh tiap generasi bangsa.

B. Menurut buku “HigherEducation for American Democracy”

Education is an institution of civilized society, but thepurposes of education are not the same in all societies. An educational system finds its the guiding principles and ultimate goals in the aims and philosophy of the social order in wich it functions (11 : 5).

Pendidikan ialah satu lembaga dalam tiap-tiap masyarakat yang beradab, tetapi tujuan pendidikan tidaklah sama dalam setiap masyarakat. Sistem pendidikan suatu masyarakat (bangsa) dan tujuan-tujuan pendidikannya didasarkan atas prinsip-prinsip (nilai-nilai), cita-cita dan filsafat yang berlaku dalam suatu masyarakat (bangsa).

Dari uraian di atas dapat kita kemukakan kesimpulan sebagai berikut :
  • Pendidikan adalah aktivitas dan usaha manusia untuk meningkatkan kepribadiannya dengan jalan membina potensi-potensi pribadinya, yaitu rokhani (pikir, karsa, rasa, cipta, dan budinurani) dan jasmani (pancaindra serta ketrampilan-ketrampilan).
  • Pendidikan berarti juga lembaga yang bertanggung jawab menetapkan cita-cita (tujuan) pendidikan, isi, sistem dan organisasi pendidikan. Lembaga-lembaga ini meliputi : keluarga, sekolah dan masyarakat (negara).
  • Pendidikan merupakan pula hasil atau prestasi yang dicapai oleh perkembangan manusia dan usaha lembaga-lembaga tersebut dalam mencapai tujuannya. Pendidikan dalam arti ini merupakan tingkat kemajuan masyarakat dan kebudayaan sebagai satu kesatuan.

2.Pendidikan Dalam Arti Sempit
            Dalam arti sempit, pendidikan dalam prakteknya identik dengan penyekolahan (schooling),yaitu pengajaran formal  di bawah kondisi-kondisi yang terkontrol. Pendidikan hanya berlangsung bagi mereka yang menjadi siswa atau mahasiswa pada suatu perguruan tinggi (lembaga pendidikan formal). Pendidikan dilakukan dalam bentuk pengajaran (instruction)yang terprogram danbesifat formal. Pendidikan berlangsung di sekolah atau lingkungan tertentu yang diciptakan secara sengaja dalam konteks kurikulum sekolah yang bersangkutan. Lamanya pendidikan untuk setiap individu bervariasi,mungkin enam tahun,Sembilan tahundan bahkan mungkin kurang atau lebih dari itu sesuai dengan kesempatan dan kemampuan biaya yang dimilikinya. Pendidikan mempunyai titik terminal dan dapat diselesaikan dalam jangka waktu tertentu.
            Dalam pengertian sempit,tujuan pendidikan ditentukan oleh pihak luar.Tujuan pendidikan terbatas pada pengembangan kemampuan-kemampuan tertentu,tujuan pendidikan adalah mempersiapkan peserta didik untuk dapat hidup di masyarakat (Redja Mudyahardjo,2001).
            Dalam pengertian yang sederhana dan umum makna pendidikan sebagai usaha manusia untuk menumbuhkan dan mengembangkan potensi-potensi pembawaan baik jasmani maupun rohani sesuai dengan nilai-nilai yang ada di dalam masyarakat dan kebudayaan.
B.Pengertian Ilmu Pendidikan
            Istilah ilmu berasal dari kataalama(bahasa Arab) yang berarti pengetahuan.Dalam bahasa Latin di kenal pula kata scire (sebagai asal kata science) juga berarti pengetahuan. Dengan demikian,secara operasional dan substansial istilah ilmu mengandung arti cara kerja ilmiah dan hasil kerja ilmiah. Ilmu adalah pengetahuan ilmiah yang dihasilkan melalui metode ilmiah.
            Berdasarkan definisi ilmu sebagaimana telah dikemukakan di atas ,kita dapat mendefinisikan ilmu pendidikan,sebagai sistem pengetahuan tentang fenomena pendidikan yang dihasilkan melalui penelitian dengan menggunakan metode ilmiah.
            Ilmu pendidikan berfungsi sebagai landasan dan petunjuk tentang cara-cara melaksanakan pendidikan.
C.Perbedaan antara Pendidikan dan Ilmu Pendidikan
            Dalam kajian dan pemikiran tentang pendidikan terlebih dahulu perlu diketahui dua istilah yang hampir sama bentuknya dan sering dipergunakan dalam dunia pendidikan,yaitu Pedagogi dan pedagonik. Pedadogi berarti pendidikan”,sedangkan pedagonik berarti ilmu pendidikan”.
            Pedagonik atau ilmu pendidikan ialah yang menyelidiki,merenungkan tentang gejala-gejala perbuatan mendidik. Istilah ini berasal dari kata “pedagogia” (yunani) yang berarti pergaulan dengan anak-anak.Sedangkan yang sering digunakan istilah pedagogos adalah seorang pelayan (bujang) pada zaman Yunani Kuno yang pekerjaanya mengantar dan menjemput anak-anak ke dan dari sekolah. Pedagogos berasal dari kata  paedos (anak) dan agoge (saya membimbing ,memimpin). Pedagogos yang pada mulanya berarti pelayanan kemudian berubah menjadi pekerjaan mulia. Karena pengertian dari pedagoog (dari pedagogos) berarti seorang yang tugasnya,membimbing anak dalam pertumbuhannya kedaerah berdiri sendiri dan bertanggung jawab.
            Sedangkan,pendidikan (pedagogi) dapatdiartikan sebagai suatu hasil peradaban bangsa yang dikembangkan atas dasar pandangan hidup bangsa itu sendiri (nilai dan norma masyarakat) yang berfungsi sebagai filsafat pendidikannya atau sebagai cita-cita dan pernyataan tujuan pendidikannya.
D.Penerapan Ilmu Pendidikan Sebagai Teori dan Sebagai Ilmu Praktis
            Sebelum ke penerapan kami mengkaji terlebih dahulu apa itu teori dan ilmu praktis.
            A.Teori adalah serangkaian bagian atau variable,definisi dan dalil yang saling berhubungan yang menghadirkan sebuah pandangan yang sisitematis mengenai fenomena dengan mennentukan hubugan antar variable dengan maksud menjelaskan fenomena alamiah.
            B.Ilmu Praktis adalah satu konsep pelajaran yang bersipat realitas atau mengaplikasikan teori yang ada akan tetapi kebanyakan ilmu teori dapat diperoleh melalui pengalaman dan eksperimen yang sebagian besar dilkukan untuk mengkonfirmasi apakah teori tersebut dapat diterapkan dalam kegiatan harian atau tidak, malah brersipat pendidikan sentries keterampilan hidup untuk periode jangka panjang.
Ilmu pendidikan adalah ilmu yang berdasarkan pengalaman(empiris), pendidikan, rohani, normatif, memiliki obyek yang jelas, dapat diuji kebenarannya dan disusun secara teoritis dan dilaksanakansecara praktis.
Ilmu pendidikan di Indonesia saat ini, praktis hanya memperhatikan dan menganalisis persoalan- persoalan pendidikan formal di sekolah.
Teori-teori pendukung dalam proses pendidikan/ilmu pendidikan yang di aplkiasikan oleh teori  yaitu:
1.Teori Sumber Daya Manusia
Teori ini dikemukakan oleh T. W. Schultz. Teori ini berpendapat bahwa perkembangan masyarakat pada hakekatnya berlandaskan pada investasi manusiawi.
2. Teori Struktural dan Fungsional
Teori ini dicetuskan oleh Talcot Parsons. Dalam teori ini, dikatakan bahwa masyarakat terdiri atas kelompok-kelompok yang mempunyai tempat dalam struktur dengan fungsinya masing-masing dan saling berhubungan secara harmonis. Dengan demikian diharapkan pendidikan akan mampu mengembangkan potensi pada masyarakat.
3. Teori Linier Progresif oleh Gunnar Myrdal
Teori ini mengemukakan bahwa pendidikan diharapkan selalu membawa pengaruh positif terhadap perkembangan seorang individu.



E.     Pengertian Pendidikan Berdasarkan Pendekatan Ilmiah
             Pendidik karena kedudukannya, adalah seorang pengambil keputusan. Setiap hari pada waktu melaksanakan proses pendidikan , pendidik dihadapkan pada tugas mngambil keputusan tentang bagaimana merencanakan pengalaman belajar, mengajar, membimbing mahasiswa, mengorganisasi sistem sekolah, dan banyak lagi hal – hal yang lain.

1.      Sumber-sumber pendidikan.
a.      Pengalaman.
            Pengalaman adalah sumber pengetahuan yang telah banyak diketahui dan digunakan orang. Kearifan yang ditemukan dari generasi ke generasi merupakan hasil dari pengalaman, apabila kita tidak mengambil manfaat ari pengalaman itu mungkin kemajuan akan sangat terhambat.
Kemampuan untuk belajar dari pegalaman sering dianggap sebagai ciri utama dari perilaku cerdas manusia. Meskipun demikian, sebagi sumber kebenaran, pengalaman mempunyai keterbatasan.
 Hal ini karena ada tidaknya pengaruh suatu kejadian terhadap seseorang akan bergantung kepada siapa orang itu.Kelemahan lain dari pengalaman ialah bahwa sering kali seseorang perlu mengetahui hal – hal yang tidak dapat dipelajari/diketahui lewat pengalamannya sendiri.

b.      Otoritas
             Otoritas atau wewenang sering dijadikan orang dalam hal – hal yang sulit atau yang tidak mungkin diketahui melalui pengalaman pribadi. Artinya, orang mencari jawab dari pertanyaan itu dari orang lain yang telah mempunyai pengalaman dalam hal itu, atau yang telah mempunyai sumber keahlian lainnya. Erat hubungannya dengan wewenang adalah kebiasaan dan tradisi, yang kita jadikan pegangan guna menjawab pertanyaan yang ada hubungannya dengan profesi kita maupun untuk memecahkan masalah sehari – hari.



c.       Cara berfikir deduktif
            Cara berpikir deduktif dapat dirumuskan sebagai suatu proses berpikir yang bertolak dari pernyataan yang bersifat umum ke pernyataan yang bersifat khusus dengan memakai kaidah logika tertentu. Hal ini dilakukan melalui serangkaian pernyataan yang disebut silogisme, yang terdiri atas :
1)      Dasar pemikiran utama premis mayor
2)        Dasar pemikiran kedua (premis minor)
3)        Kesimpulan

d.      Cara berfikir induktif
            Kesimpulan yang berasal dari cara berpikir deduktif hanya benar apabila premis yang menjadi dasar kesimpulan itu benar. Francis Bacon (1561-1626), berpendapat bahwa para pemikir hendaknya tidak merendahkan diri begitu saja dengan menerima premis orang yang punya otoritas sebagai kebenaran mutlak. Bacon menyatakan agar para pencari kebenaran mengamati alam secara langsung dan membersihkan pikiran dari purbasangka dan gagasan-gagasan yang telah terbentuk sebelumnya, yang disebutnya sebagai “pujaan” (idol).
            Menurut sistem Bacon, pengamatan dilakukan pada kejadian-kejadian tertentu di dalam kelas. Kemudian, berdasarkan kejadian-kejadian yang diamati tersebut, ditarik kesimpulan-kesimpulan tentang seluruh kelas. Pendekatan ini dikenal sebagai cara berpikir induktif.

e.       Pendekatan ilmiyah
            Pendekatan ilmiah biasanya dilukiskan sebagai proses dimana penyelidikan secara induktif bertolak dari pengamatan mereka menuju hipotesis. Kemudian secara deduktif peneliti bergerak dari hipotesis ke implikasi logis hipotesis tersebut. Mereka menarik kesimpulan mengenai kesimpulan mengenai akibat yang akan terjadi apabila hubungan yang diduga itu benar. Apabila implikasi yang diperoleh secara deduktif  ini sesuai dengan pengetahuan yang sudah diterima dengan data empiris (yang dikumpulkan).


Berdasarkan bukti-bukti ini, maka hipotesis itu dapat diterima atau ditolak.
Langkah-langkah dalam pendekatan ilmiah:
1)      Perumusan masalah
            Penyelidikan ilmiah bermula dari suatu masalah atau persoalan yang memerlukan pemecahan. Agar dapat diselidiki secara ilmiah, suatu persoalan harus mempunyai satu ciri penting: persoalan tersebut harus dapat dirumuskan sedemikian rupa, sehingga dapat dijawab dengan pengamatan dan percobaan di dunia ini. Persoalan-persolan yang menyangkut pilihan atau nilai-nilai tidak dapat dijawab atas dasar informasi faktual belaka.
2)      Pengajuan hipotesis
            Langkah berikutnya adalah merumuskan hipotesis yang merupakan penjelasan sementara tentang masalah itu. Tahap ini mengharuskan penelitian membaca bacaan yang berkaitan dengan masalah itu dan berpikir lebih mendalam lagi.
3)      Cara berfikir induktif
            Melalui proses berpikir deduktif, implikasi hipotesis yang diajukan itu, yaitu apa yang akan dapat diamati jika hipotesis tersebut benar ditetapkan.
4)      Pengumpulan analisis data
             Hipotesis atau lebih tepatnya implikasi yang diperoleh melalui deduksi, diuji dengan jalan mengumpulkan data yang ada hubungannya dengan masalah yang diselidiki melalui pengamatan, tes dan eksperimentasi.
5)      Penerimaan atau penolakan hipotesis
            Setelah data dikumpulkan, maka hasilnya dianalisis untuk menetapkan apakah penyelidikan memberikan bukti-bukti yang mendukung hipotesis atau tidak.



Selanjutnya, proses dalam sistem pendidikan nasional meliputi komponen-komponen sebagai berikut:
  1. Tujuan pendidikan, yaitu sesuatu hal yang diharapkan dapat dicapai sepanjang proses. Tujuan pada akhir keseluruhan proses adalah tujuan umum atau tujuan nasional pendidikan. Sedangkan untuk sampai pada akhir proses, terdapat sederatan tujuan yang disebut tujuan khusus. Tujuan-tujuan ini berfungsi sebagai pengarah operasional kegiatan pendidikan.
  2. Organisasi Pendidikan, yaitu keseluruhan tatanan hubungan antar bagian-bagian dan antar unsur-unsur dalam sebuah kesatuan sistem pendidikan nasional.
  3. Masa Pendidikan, yaitu jangka waktu kelangsungan seluruh kegiatan di sebuah satuan pendidikan.
BAB III
PENUTUPAN
A.Kesimpulan
            1.Pendidikan adalah hidup.Artinya,pendidikan adalah segala pengalaman (belajar) di berbagai lingkungan yang berlangsung sepanjang hayat dan berpengaruh positif bagi perkembangan individu
            2.ilmu pendidikan,yaitu sistem pengetahuan tentang fenomena pendidikan yang dihasilkan melalui penelitian dengan menggunakan metode ilmiah.
            3.Dua istilah yang hampir sama bentuknya dan sering dipergunakan dalam dunia pendidikan,yaitu Pedagogi dan pedagonik. Pedadogi berarti pendidikan”,sedangkan pedagonik berarti ilmu pendidikan”.
            Pedagonik (pendidikan) atau ilmu pendidikan ialah yang menyelidiki,merenungkan tentang gejala-gejala perbuatan mendidik, sedangkan ’pedagogi” (Ilmu pendidikan) dapatdiartikan sebagai suatu hasil peradaban bangsa yang dikembangkan atas dasar pandangan hidup bangsa itu sendiri (nilai dan norma masyarakat) yang berfungsi sebagai filsafat pendidikannya atau sebagai cita-cita dan pernyataan tujuan pendidikannya
B.Saran
Dalam kesempatan ini kami memberikan saran kepada pembaca apabilaterdapat kesalahan dalam pembuatan makalah ini baik penulisan atau susunan kata, kami harapkan agar pembaca dapat memakluminya karena kami masih dalam tahap pembelajaran. Kritik dan saran akan kami terima dengan lapang dada.




 
DAFTAR PUSTAKA
  • Tim Dosen FIP-IKIP Malang, Pengantar Dasar – Dasar Pendidikan, Surabaya, Usana Offset.
  • Dra. Sri Martini Meilani, M.Pd. Penagntar Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Jakarta, 2011
·         Dr.Sukardjo M dan ,Komarudin Ukim M.Pd , Landasan pendidikan ,Jakarta :Rajawali pers, 2009

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © 2013 purna raider junior - Kurumi Tokisaki - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -